Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Warning! Penyebar Hoax Covid19 Diancam Pidana Kurungan 6 Tahun

Ilustrasi / gg
TribunMuda - Masyarakat diharapkan hati-hati dalam menyebarluaskan informasi palsu terkait corona virus atau covid-19. Apalagi informasi palsu tersebut dapat merugikan orang lain dan berpotensi menimbulkan kepanikan publik. Berdasarkan UU ITE, ancaman pidananya cukup berat, hukuman 6 tahun dan denda 1 miliar rupiah.

"Seorang warga Bunulrejo Blimbing kota Malang, Jawa Timur berinisial Wj nomor hp 08510069****, diduga menyebarluaskan informasi palsu / hoax secara masif (antara tanggal 5 agustus 2020 hingga 14 agustus 2020) yang menimbulkan korban pencemaran nama baik dan potensi kegaduhan masyarakat banyak. Tindakan ini meresahkan, melanggar hukum, sehingga Unit Cyber Crime harus segera melakukan langkah prefentiv dan tegas..." Demikian cuplikan sebuah rilis warga yang masuk di email redaksi kami. Menurutnya, Profil terduga dan kronologi singkat terkait konten dugaan penyebaran hoax yang dimaksud sudah disampaikan pada yang berwenang agar dilakukan pengawasan dan atau penyelidikan. 

Media massa dan semua akses publikasi citizen journalism diharapkan mengawal setiap proses yang mengganggu ketertiban umum, terutama yang berkaitan dengan hoax Covid19.

"Pasal 28 Ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menyatakan: 

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)..." Ulasan di hukumonline, dapat menjadi rujukan publik agar hati-hati dengan menyebarkan informasi bohong baik lisan, saluran telpon maupun melalui media sosial.

Sebagaimana pernah dilansir BeritaSatu (20/03/20), Pakar keamanan siber, Pratama Persadha, mengakui, saat pandemi ini ada cukup banyak hoaks terkait virus corona yang beredar di tengah masyarakat. Padahal, upaya penyebaran konten maupun pembuatan hoaks dapat diancam hukuman pidana yang cukup berat.

Menurutnya, ada banyak hoaks yang beredar dalam krisis corona di Tanah Air. Hoaks ini sebagian besar tercipta akibat kepanikan masyarakat, namun juga ada yang sengaja membuat onar ataupun mencari popularitas. Aparat harus menindak tegas para pelaku penyebar hoax terkait corona virus.

Mari kita bijak dalam bermedia sosial, membantu pemerintah mengatasi wabah covid19 dan mendukung penuh  aparat dalam memberantas para pelaku penyebar hoax di tengah-tengah masyarakat. **

Subscribe to receive free email updates: