Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Tamim Pardede Tantang Dunia Farmasi Global Uji Keampuhan Temuannya: AVO Pelumpuh Covid-19

Prof. Tamim Pardede (kiri) dalam sebuah presentasi ilmiah / tp
Temuan rekayasa mikro organism yang diakui sebagai inovasi penting di bidang bio-teknologi / tp
TribunMuda - Setelah sekian lama tenggelam lantaran menjalani akibat dari kontrovesi yang dimulainya, belakangan ini ilmuwan nyentrik Prof. Tamim Pardede kembali muncul. Ahli mikro organisme dan bio molekuler ini aktif membuat posting melalui akun facebook Tamim Par Dede, sebagaimana akun-akunnya yang sebelumnya telah disuspend oleh facebook.

Postingan yang paling sering diunggahnya adalah tentang Coronavirus atau Covid19 yang menurutnya virus yang sangat ganas dan gambaran efeknya seperti gabungan virus SARS dan HIV. Ilmuwan biomedis seluruh dunia sedang kerja keras membuat obat dan vaksin coronavirus.

Jauh-jauh hari Tamim Pardede sudah menjelaskan Coronavirus mampu bermutasi menjadi lebih rumit dan anehnya virus ini tidak menghambat jalur kekebalan tubuh, sebaliknya memancing datangnya arus besar imun menuju titik infeksi sehingga terjadi yang diistilahkannya badai sitokin. Yaitu banjir sistem imun yang akhirnya pada beberapa kasus menimbulkan lendir/dahak kental yang mengganggu ruang aliran udara di paru-paru yang menyebabkan sesak napas akut. Menurut Tamim, ventilator bukan solusi mengatasi badai sitokin.

Prof. Tamim Pardede mengkritik dunia farmasi global yang katanya gagal menghadapi pandemi Covid19 dan hanya mampu memberikan solusi semu. Sebagai ilmuwan dan peneliti bio-energi yang mengklaim diri paling paham virus, Tamim Pardede menerbitkan dua temuan "sederhana" sebagai permulaan dalam mengatasi Coronavirus. Ini sekaligus sebagai tantangan terbukanya kepada ilmuwan farmasi global, adu kemampuan riset zat anti-covid, dari Profesor gimbal yang penampakannya lebih mirip musisi reagge.

Pertama, alat tes modern seperti rapid test dan PCR menurutnya kurang akurat, cenderung menghasilkan positif atau negatif semu. Tamim memberi solusi alat test Covid19 yang lebih murah, alami dan akurat. Yaitu setangkai batang-daun Binahong yang dikunyah hingga halus lalu ditelan bersama segelas kopi kental tanpa gula. Sekitar 2 jam an apabila muncul reaksi kulit gatal-gatal, dan orang-orang atau hewan di sekitarnya tiba-tiba mengalami hal yang sama, maka dipastikan yang merasakan gatal sudah positif terjangkiti coronavirus covid19.

Prof Pardede katakan, covid memiliki kemampuan bio-elektrik yang sempurna dan cara kerjanya jauh berbeda dengan virus berbahaya lainnya. Melumpuhkan covid secara teori dapat dilakukan dengan mengagalkan proses 'komunikasi' virus ke sel inang atau mengacaukan proses infeksi RNA/DNA covid ke inang sel yang menjadi mesin pembiakan coronavirus; namun dalam kenyataannya obat dan vaksin belum juga dinyatakan secara final. Semua masih dalam tahapan on progress.
Pardede: Tumbuhan Binahong dapat jadi alternatif alat tes Covid-19 yang paling akurat / fb
Kedua, jika sudah positif terkena covid19 dan atau sebagai langkah pencegahan, Prof Tamim mengeluarkan hasil temuannya yang bisa diakses publik secara luas. Dalam banyak unggahan di facebooknya terdapat banyak testimoni publik yang sudah mencoba produk Prof. Tamim.
Berikut penjelasan lengkapnya sebagaimana dikutip di akun medsos Tamim Pardede:

Anti Viraload Oil (AVO)
================
Anti Viraload Oil (AVO), berfungsi untuk mengunci penyebaran dan reproduksi virus dalam berbagai tahapan, sejenis SARS, MERS, COVID & PENYEBAB GANGGUAN PERNAFASAN LAINNYA.
AVO terdiri dari gugus lemak yang memang sangat reaktif ketika bertemu dengan lipid pada virus yang berfungsi sebagai sinyal, komponen pembangun energi, membran sel.  AVO membentuk stress konfigurasi molekuler pada virus sehingga virus mengalami semacam "gagal faham" terhadap dirinya sendiri. Pensinyalan lipid oleh virus berbanding lurus dengan pensinyalan sel inang yang akan diserang.

Konfigurasi molekuler antara lipid virus dengan sel menjadi penentu suksesnya kinerja virus di samping sebagai penambah energi bagi sang virus dalam menuntaskan tugasnya, maka perlu diupayakan agar virus mengalami gagal konfigurasi, kacau energi, yang berbanding lurus juga dengan kacau pensinyalan yg sedang dilakukan oleh virus.

Disitulah fungsi AVO dalam menggagalkan upaya virus utk merampok sinyal dan identitas sel tubuh kita. Sehingga cocokkah bila AVO disebut sebagai antinya virus atau anti virus. AVO cukup insyaALLAAH dikonsumsi secara oral setiap jam sekali sebanyak satu sendok teh. Hingga rasa tidak nyaman yang dialami tubuh berangsur pulih sedia kala.

Biasanya dalam waktu sehari perubahan signifikan sudah bisa dirasakan oleh penderita yang terjangkiti virus2 tsb di atas. Kecerdikan virus insyaALLAAH dapat diimbangi oleh formulasi kecerdasan AVO saat kontak langsung dengan virus tsb. Selamat mencoba.

Cara penggunaan:
Ambil AVO satu sendok makan, Masukkan ke mulut,kumur2kan secara merata didalam mulut lalu telan sampai habis. Jangan minum atau makan 10 Menit setelah konsumsi AVO.

Utk mencegah konsumsi minim 3x sehari sekali konsumsi satu sendok makan.
Utk pengobatan konsumsi dalam setiap jam.

Formulator : Prof. Dede Pardede
(Tamim Pardede penemu BIOS 44)
Informasi/ Pemesanan: 081218553511 (Liana).

Berdasarkan pencarian informasi dan video-video pendek youtube Tamim Pardede merupakan peneliti yang berhasil menciptakan temuan penting seperti rekayasa bakteri yang dapat menghentikan kahurtala, bahan bakar dari limbah, obat untuk rehabilitasi pecandu narkoba, zat penyubur pertanian pengganti pestisida dan lain sebagainya. Berkali-kali dia diundang menjadi narsum di kampus dan riset gabungan di sejumlah instansi negeri. Kiprah dan hasil temuannya banyak terdokumentasikan di medsos dan video youtube.
 
Terlepas dari kekecewaan yang dialaminya, banyak yang menyayangkan sikap Prof. Tamim Pardede yang kaku, anti kompromi dengan pihak yang tidak sejalan dengannya, reaktif dan kurang dialogis di media sosial.
Tamim Pardede memaksakan diri melawan arus besar dan tidak menyesuaikan dengan situasi zaman yang harus luwes. Sehingga tidak heran bila gagasan briliannya hanya direspon sedikit orang dan peluangnya menjadi ilmuwan besar semakin tertutup. **Red


Subscribe to receive free email updates: