Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Tampil "Modis", Aliansi BEM Jakarta Kritik Kinerja Gubernur DKI Tangani Covid-19: Netizen Bereaksi

TribunMuda - Puluhan mahasiswa yang menyatakan dirinya sebagai Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Jakarta yang tiba - tiba muncul melakukan konfrensi press menyoroti dan mengkritik kinerja Pemda DKI hadapi covid19, bahkan menuding Gubernurnya yang cenderung mempolititasi keadaan mengundang reaksi nettizen.

Salah satu yang disorot Aliansi BEM adalah terkait fasilitas akomodasi (hotel) tenaga medis yang disiapkan Gubernur DKI Anies Baswedan. Sejak diberitakan jaringan media tribunnews (4/4/20) dan di share di jagad twitter, Aliansi BEM JKT tersebut panen hujatan netizen.

"Hah..dripada ngomentari fasilitas hotel lbh baik kumpulin sumbangan atau jdi relawan gitu buat penanganan wabah ini....plis lakukan yg prosuktif lahk. Kalian itu kn yg disebut generasi milenial..jgn cmn bisa mengkritik tapi lakukan juga..,," tulis akun @dedeandi403.

"Aliansi BEM"  tetiba Lo nongol ngomentarin kerja pak Gubernur DKI yg udh dr Jan 2020 berjibaku ngurus COVID-19

Kemana aja Lo bocah!!
Protes sana ama pemerintah" sahut @marlina_idha.

dr. Andi Khomeini Takdir ikut angkat bicara, "Kaget saya baca judul berita ini. Coba ada yang kenal siapa-siapa saja yang berkomentar begitu? Tolong panggil mahasiswa atau wartawannya mungkin untuk klarifikasi. Gw sediain kopi jarak 2 meter dah.

Apa benar sesuai dengan judul berita atau bagaimana perspektifnya?"

Sementara mantan Menpora RI KRMT. Roy Suryo mengingatkan Aliansi Bem Jakarta bahwa kebijakan menyediakan fasilitas akomodasi VIP untuk tenaga medis juga dilakukan oleh Menteri kabinet Jokowi.

"Tweeps,
Ditengah2 Upaya kita #BersamaLawanCorona ini ternyata ada Adik2 BEM yg (mungkin) belum melihat Perjuangan & Resiko Tenaga2 Medis tsb.
Gpp, kita beritahu baik2 saja bahwa Upaya Goodbener @aniesbaswedan ini juga dilakukan oleh Pihak2 lain, termasuk Menparekraf @wishnutama.." tulis Roy Suryo sambil merujuk ke foto screenshot pemberitaan fasilitas hotel untuk tenaga medis yang disiapkan Kemenparekraf RI.

Ratusan tanggapan menyatakan pada intinya bahwa cara puluhan aktifis mahasiswa menyoroti kinerja pihak yang tengah bekerja keras hadapi Corona tidak etis. Disaat kaum muda lainnya sedang sibuk bahu membahu hadapi wabah, saling memberi dukungan moral, kelompok kecil itu justru tampil untuk mengkritik dan terkesan tendensius. ©

Subscribe to receive free email updates: