Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Kepanjen Kabupaten Malang Panen Perdana Padi M400

PadiM400 Siap Panen / Foto MimbarDesa
MimbarDesa - Padi jenis M400 yang ditanam di lahan sekitar 5 hektar di Kepanjen Kabupaten Malang sudah siap panen. Prosesi petik panen M400 sudah dilakukan minggu (05/11/2017) lalu, disaksikan puluhan perwakilan petani yang datang dari sejumlah kecamatan. Acara ini merupakan rangkaian dari Rembug Tani yang dilakukan M-Tani Malang.

Dari pengamatan media ini, padi M400 memiliki batang yang lebih besar, dengan bulir padi yang penuh disetiap tangkainya. Pada kondisi puncak, bulir biji ini akan mencapai 400 biji per tangkai; sehingga diperkirakan panen bisa mencapai 10 ton per hektar.

Bibit padi M400 merupakan salah satu produk yang diluncurkan MTani yang dipelopori tokoh Petani Nasional Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko SIP. Setelah dilakukan panen di berbagai daerah ternyata M400 memiliki hasil panen lebih banyak dan tahan hama. Sehingga petani bisa merasakan hasil yang memadai.

Di kabupaten Malang sendiri M400 sudah berhasil diuji coba. Orang yang pertama menanan M400 di Malang adalah mantan Walikota Malang Drs. Peni Suparto MAP bersama beberapa petani binaannya di Kepanjen Malang. Sosok yang dikenal sebagai Ebes Ngalam ini tertarik dengan program M400 karena menjamin hasil yang lebih baik dan memiliki visi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Padi jenis ini lebih banyak menggunakan pupuk organik dan berfungsi juga untuk memperbaiki kondisi tanah yang selama ini terkena kimia." terang salah satu petani di lahan M400. Dia memastikan panen kali ini akan menghasilkan padi yang lebih banyak dari biasanya.

Beberapa perwakilan petani yang menyaksikan simbolis petik panen M400 berminat untuk bergabung dalam program MTani. Antara lain bantuan bibit, pendanaan, pendampingan ahli dan penjualan hasil panen dengan harga di atas harga pasar. (lam).

Subscribe to receive free email updates: