Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Petani Jember : Padi M70D dan M400 Lebih Unggul dan Tahan Hama

Jenderal TNI (Purn) Moeldoko foto bersama Petani Jember JATIM / MNews
MNews - Momentum penting bagi masyarakat Jember menyaksikan panen perdana padi dari varietas terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia. Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menghadiri panen perdana padi M70D dan M400 di lahan kelompok tani Makmur di Dukuh Dempok, Wulih Kabupaten Jember Jawa Timur pada maret lalu (15/3/17).

Bibit unggul padi M70D dan M400 merupakan temuan penting dalam sektor pertanian kita yang merupakan hasil riset para pakar yang dipimpin Jenderal (Purn) Moeldoko. Varietas padi ini sudah di tanam di banyak daerah di Indonesia, dengan target satu juta lahan. Di Jawa Timur sendiri sudah ditanam di lahan seluas 650 hektar.

"Saya ingin membantu meningkatkan kesejahteraan petani dengan usia tanam pendek dan produktifitas panen yang tinggi serta mengajak petani kembali ke bahan perawatan organik agar menghasilkan padi yang sehat." Ujarnya.

Selain meninjau proses panen komoditas unggul yang dipeloporinya, mantan Panglima TNI ini juga melakukan sosialisasi publik tentang varietas unggulan yang dimaksud di atas dalam konteks strategi mencapai ketahanan pangan dan menjamin terwujudnya petani sejahtera.

"Bibit M70D usia tanamnya 70 hari dengan rata-rata produksi sekitar 7 ton per hektar di lahan cukup air sepanjang tahun." Terang Ketua Kelompok Tani Makmur kepada media. Usia tanam hingga panen padi M70D ini tentu saja lebih pendek dibanding varietas padi pada umumnya. Dan satu batang padi M70D bulirnya sebanyak 270-300 biji.

Keunggulan lain dari padi M70D adalah sangat tahan terhadap hama dan batangnya yang kuat tidak mudah roboh oleh angin kencang maupun banjir.

Sementara bibit unggul jenis M400 yang memiliki masa tanam 90 hari sebagaimana normalnya masa tanam padi, memiliki volume produksi di lahan cukup air sepanjang tahun sekitar 10-13 ton per hektar. Satu batang padi M400 bulirnya mencapai 390-400 biji. Perawatan kedua bibit unggul tersebut lebih banyak menggunakan pupuk dan obat organik. (med/lam).

Subscribe to receive free email updates: