Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Jurnalisme Positif Solusi Menghadapi Ekses Globalisasi Informasi

Ilustrasi dari pinterest.com
TribunMuda - Perkembangan teknologi informatika semakin hari semakin pesat. Akses internet merambah hingga jauh ke pedalaman. Dunia sudah ibarat rumah kaca, dimana hampir segala informasi dan berita dapat diketahui, dilihat dan didengarkan oleh semua orang yang memiliki akses dengan jaringan online.

Selain manfaat positifnya sebagai wahana informasi, ITE yang makin mengglobal ini juga membawa dampak negatif seperti derasnya arus informasi yang tidak selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat. Anak-anak kecil, generasi muda menjadi salah satu sasaran dari gelombang informasi yang cukup signifikan dalam merubah mindset dan perilaku mereka.

Media Sosial (SosMed) kini menjadi salah satu menu utama komunikasi publik. Penyalahgunaan media sosial dan 'virus' modern yang disebut hoax juga mengalir hampir tak terkendali. Antara informasi (fakta) dan hoax terkemas dengan hampir sama indahnya di media sosial, sehingga orang akan mudah terjebak apabila tidak bijaksana dalam membaca media.

Di tengah samudera informasi ini, langkah bijak yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak media dan atau jurnalisme positif. Yaitu wahana komunikasi dan penyajian informasi yang memiliki manfaat dan kandungan 'gizi' intekeltual bagi generasi muda. Kita perlu menghindari konsep media yang mengedepankan kepenulisan opini yang tendensius, konspiratif dan provokatif.

Jurnalisme positif bisa diterapkan di media sosial sebagai salah satu bentuk Citizen Journalism. Menulislah apa yang baik, benar dan bermanfaat. Sajikanlah informasi yang bisa menghadirkan inspirasi untuk maju dan penyemangat masyarakat. (red).

Subscribe to receive free email updates: