Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Buku, Kopi dan Bunga : Membaca Itu Perlu dan Menyenangkan

Menyempatkan diri untuk membaca buku / @GeneralMoeldoko
TribunMuda - Menulis dan Membaca, aktifitas yang penting untuk dikemukakan lagi ditengah derasnya arus teknologi dan sistem informasi modern saat ini. Dunia seakan sudah berada dalam genggaman sistem informasi global yang hadir di ruang - ruang privat masyarakat. Internet menjadi sistem yang membuat dunia seperti yang digambarkan futuris besar tanah Jawa Joyoboyo: dunia soyo suwe soyo mengkeret.

Dunia di alam globalisasi informasi seakan mengecil dengan teraksesnya semua ruang dan waktu yang seakan 'menyingkat'. Antara satu dengan yang lain sudah bisa langsung tehubung secara realtime. Fenomena ini tepat seperti apa yang diprediksi Joyoboyo 9 abad yang silam: ruang - waktu dunia yang 'mengkeret' oleh percepatan teknologi. Lalu manusia pun larut di dalam euforia modernitas dan melupakan kebutuhan intelektualnya.

Dari sinilah berbagai kebiasaan lama memudar: minat membaca makin hilang oleh tontonan dan aneka permainan yang mengasyikan. Budaya menulis pun perlahan hilang, sarana interaksi media sosial yang praktis salah satu penyebab munculnya rasa malas menulis dan membaca buku.

Mengantisipasi degradasi intelektual dewasa ini sudah saatnya kembali menggemakan Gerakan Ayo Membaca dan Menulis untuk generasi muda Indonesia. Seperti tersirat makna dalam ungkapan lama, Apa yang Terucap akan Sirna dan Apa yang Tertulis kan Abadi.

Membaca buku itu aktifitas yang perlu dan menyenangkan, seperti yang pernah ditulis Pak Moeldoko melalui akun twitter @GeneralMoeldoko : "Bunga, Kopi dan Buku.... Merdeka! (lam).

Subscribe to receive free email updates: