Citizen Journalism - Muda, Beda dan Berbudaya -

Budaya dan Kearifan Lokal Kita Jaga Bersama

Pak Moeldoko bersama para Seniman - Budayawan
TribunMuda - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat kaya akan budaya dan kearifan lokal. Bangsa Indonesia yang terdiri dari ragam suku, agama, bahasa dan adat istiadat dirajut menjadi satu kesatuan oleh semangat Bhineka Tunggal Ika. 

Salah satu faktor yang memperkokoh rasa persaudaraan kita adalah toleransi untuk saling menghargai budaya dan perbedaan kultur sosial, yang saling mendukung dan saling menghargai. Tenggangrasa dan toleransi sesungguhnya telah berlangsung lama di dalam masyarakat bangsa ini. 

Dicetuskannya frasa "Bhineka Tunggal Ika; Tan Hanna Dharma Mangrwa" oleh Empu Tantular pada penghujung abad 14 (Pasca mangkatnya Raja Hayam Wuruk) sebenarnya berangkat dari pendekatan kebudayaan untuk mengatasi potensi konflik horizontal di masyarakat bangsa Nusantara, agar tetap kokoh dalam persatuan. Sutasoma telah mendokumentasikan naskah deklarasi persatuan tersebut dimaksudkan agar bangsa ini senantiasa berada dalam persatuan.

Arti kebudayaan bagi kita di era teknologi 4G saat ini adalah : bagaimana menghargai budaya dan melestarikannya untuk tujuan kemaslahatan umat manusia, dalam konteks membangun stabilitas dan peningkatan rasa saling mencintai sebagai sesama warga negara.

Zaman boleh berkembang maju dengan ledakan teknologi informasi yang dahsyat, namun budaya dan kearifan lokal harus tetap kita jaga bersama. (lig).

Subscribe to receive free email updates: